Yogyakarta Tempo Doeloe dan Perkembangan sekarang ini

Yogyakarta dari dulu dikenal sebagai kota sejarah. Tak heran jika banyak peninggalan bersejarah baik peninggalan budaya maupun peninggalan tempo dulu seperti masa penjajahan. Hingga sekarang peninggalan itu masih terjaga kelestariannya. Ini tidak lepas dari kepedulian semua lapisan masyarakat Yogyakarta. Selengkapnya »

Ketika Hujan Abu Gunung Kelud Menyelimuti Yogyakarta

Peristiwa Yang terjadi pada tanggal 14 Febuari 2014 sungguh tidak diduga warga Yogyakarta ketika terjadi Hujan abu letusan Gunung Kelud menyelimuti kota Yogyakarta. Selengkapnya »

Info kuliner di Kota Yogyakarta

Berada di Yogyakarta, tak ada salahnya sekalian wisata kuliner khas kota ini. Aneka cita rasa akan ditawarkan dan yang pasti membuat siapapun akan ketagihan mencicipi lagi. Soal makan dan oleh saat berwisata ke Yogya, tidak usah bingung. Selengkapnya »

 

Tag Archives: alamat museum perjuangan jogjakarta

Mengenal MUSEUM PERJUANGAN Yogyakarta

Salah satu koleksi museum yang berada di kota Jogja adalah Museum Perjuangan di Jalan Kolonel Sugiono. Pada saat kit berkunjugn ke museum tersebut serasa berada pada masa pra-1945. Di tiap sudut ruang gedung berbentuk bundar itu diletakkan berbagai bukti sejarah perjuangan merebut kemerdekaan bangsa ini. Walaupun sarat dengan pengetahuan dan sejarah museum itu kini masih berjuang mendapat tempat di hati masyarakat. Tak banyak warga yang tertarik mendatangi tempat sepi itu. Lokasinnya yang  tidak berada di pusat kota mungkin menjadi salah penyebabnya disamping edukasi kepada masyarakat yang kurang.

Sebenarnya untuk menuju museum tersebut tidaklah sulit karena sarana transportasi sangat mudah. Dari Malioboro atau dari terminal Giwangan bisa di tempuh dalam waktu + 15 menit dengan menggunakan transpotasi TranJogja. Museum Perjuangan meski dikelola Pemerintah Pusat memang tak setenar museum Benteng Vredeburg yag terletak di Jalan Malioboro atau Monumen Jogja Kembali. Letak Museum Perjuangan agak menjorok ke selatan dari tepi Jalan Kolonel Sugiono memang kelihatan sepi seperti tidak ada aktivitas.  

Museum yang berdiri 20 Mei 1958 itu diprakarsai Raja Kraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Semangatnya kala itu adalah untuk memberi peninggalan pada generasi bangsa ini mengenai sejarah bangsanya. Pendidrian museum bertepatan dengan peringatan setengah abad Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908.

Berbagai koleksi yang dipajang pun khusus menampilkan benda sejarah terkait perjuangan. Ada ratusan koleksi yang dipajang di gedung bertingkat dua dan berdiameter 30 meter itu. Misalnya koleksi peralatan perang seperti bambu runcing, patung para pahlawan, relief perjuangan yang dibuat pada zamannya hingga melukiskan dengan mirip situasi kala itu. Banyak lagi koleksi pribadi para pejuang kemerdekaan seperti tempat tidur mantan Presiden RI Soekarno. Ada pula koleksi yang hanya berupa replika seperti meriam dan kapal VOC.

Sehari rata-rata hanya 30 orang itu sudah maksimal, kecuali hari libur sekolah yang dapat mencapai ratusan orang. Yang berkunjung ke sana rata-rata pelajar atau mahasiswa yang melakukan penelitian bukan masyarakat umum atau turis asing. Padahal tiket masuk sangat terjangkau Rp2.000 per orang.

Kendati demikian, sejak berdirinya hingga saat ini pengelola terus berjuang agar masyarakat tertarik berkunjung ke museum ini. Apalagi pemerintah sudah mencanangkan hari kunjungan museum. Salah satu upayanya adalah menambah jumlah dan ragam koleksi dengan mendirikan Museum Sandi yang berada di lantai bawah Museum Perjuangan.

Museum sandi berisi ratusan koleksi terkait persandian yang merupakan kode rahasia dan merupakan senjata untuk melawan musuh. Tak hanya sandi era perjuangan namun juga perkembanganya perkembangan saat ini.

Alamat Museum:

Museum Perjuangan Yogyakarta
Jln. Kolonel Sugiyono 24 Yogyakarta Telp: 387576 

sumber : Harian Jogja