banner 468x60

Keanggunan Tarian Khas Keraton Yogyakarta

Formula Bisnis

Menonton pertunjukan tari di Keraton Yogyakarta mampu menghipnotis para penontonnya. Selama 2 jam penonton dengan sukarela duduk diam terhipnotis di kursi masing-masing menyaksikan pertunjukan tarian asli Jogja, yaitu Tari Golek Ayun-Ayun, Tari Beksan Srikandi Suradewati dan Tari Arjuna Wiwaha.

Tarian ini merupakan salah satu ciptaan Alm. KRT Sasmita Dipura (Romo Sas). Biasanya keluarga keraton menampilkan tarian ini untuk menyambut tamu kehormatan.

Dua orang penari yang membawakan Tarian Golek Ayun-Ayun menggerakan tubuhnya dengan sangat lembut dan penuh makna. Seolah sang penari menunjukan pada penonton bahwa mereka sedang bersolek. Gerakan lainnya juga memperlihatkan seolah ia tengah menyulam. Gerakannya benar-benar anggun dan gemulai tak ada sedikitpun terlihat kaku.

Memadankan balutan baju beludru hitam dengan bawahan kain batik putih menjadi pemandangan yang sangat serasi. Mahkota merak bersayap merah muda sangat mempercantik penampilan sang penari.

Ternyata, setiap pertunjukan penari menampilkan lebih dari satu penampilan. Pada penampilam yang kedua, penari mempertunjukan Tari Beksan Srikandi Suradewati. Tari Beksan ini menceritakan tentang peperangan Dewi Suradewati dengan Dewi Srikandhi yang diambil dari serat Mahabaratha.

Suradewati adalah adik Prabhu Dasalengkara yang ingin menjadikan Dewi Siti Sendari sebagai istrinya. Sang Prabhu Dasalengkara mengutus Suradewati untuk melamarkan Dewi Siti Sendari. Pada kenyataannya Dewi Siti Sendari telah dijodohkan dengan Raden Abimanyu. Melihat kenyataan seperti ini, Suradewati tetap memaksa untuk menyunting Dewi Siti Sendari maka terjadilah perseteruan antara Suradewati melawan Dewi Srikandhi yang membela Raden Abimanyu. Dalam peperangan, ternyata Dewi Srikandhi lebih unggul dan berakhir dengan kemenangannya.

Dua tarian berlalu dengan sangat apik dan cantik. Selanjutnya pertunjukan kembali dilanjutkan dengan penampilan Tari Arjuna Wiwaha. Tarian ini menceritakan tentang pertapaan Arjuna di Indrakila yang mengalami berbagai macam godaan. Para dewa menguji dirinya dengan mengirim tujuh orang bidadari untuk menggoda Arjuna. Namun, keteguhan hati Arjuna yang bersunguh-sungguh, para bidadari pun tidak berhasil menggoda Arjuna.

Oleh sebab itu, Batara Indra memutuskan untuk datang sendiri menyamar menjadi seorang Brahmana tua. Selanjutnya, mereka pun berdiskusi soal agama. Setelah kejadian tersebut, tiba-tiba ada seekor babi yang datang mengamuk dan Arjuna memanahnya. Namun, pada saat yang bersamaan ada seorang pemburu tua yang datang dan juga memanahnya. Dan, ternyata pemburu ini adalah Batara Siwa. Setelah berhasil melakukan semua tugasnya, para dewa memberikan anugerah pada Arjuna, yaitu memperbolehkan dirinya untuk mengawini ketujuh bidadari ini.

Keindahan gerak, busana, alunan musik yang merdu, serta jalan cerita yang menarik menjadikan kharisma dari ketiga tarian ini. Tak heran bila penonton yang menyaksikan pertunjukan ini betah berlama-lama duduk manis hingga pertunjukan selesai.

Bila Anda berkesempatan ke Yogyakarta jangan lupa mampir ke Keraton Yogyakarta untuk menyaksikan langsung ketiga tarian ini. Anda bisa menyaksikan pertunjukan ini setiap hari Minggu di Pendapa (Bangsal) Sri Manganti, Keraton Yogyakarta, mulai pukul 10.00 WIB sampai 12.00 WIB. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan mencintai dan melestarikan budaya bangsa.

Tarian Arjuna Wiwaha

Tarian Arjuna Wiwaha

Tari Golek Ayun-Ayun

Tari Golek Ayun-Ayun

Tari Beksan Srikandi Suradewati

Tari Beksan Srikandi Suradewati

Mau lihat video tarian tersebut klik link di bawah ini:

Video Tari Golek Ayun-Ayun http://youtu.be/aoOW_mB0Af4

Video Tari Beksan Srikandi Suradewati http://youtu.be/9HBX0OUbY2

Jurus Ampuh menghasilkan uang dari Internet
Tags:
author

Author: 

Pesona Jogja - Informasi seputar Kota Jogja

Leave a Reply